Obat kortikosteroid oral

Sistemik lupus eritematosus (SLE) adalah penyakit kolagen-vaskular autoimun, yang melibatkan sistem mukokutan, muskuloskeletal, dan pembuluh darah yang ditandai dengan manifestasi klinis yang bervariasi, sehingga diperlukan pendekatan multidisiplin yang komprehensif. Manifestasi oral SLE meliputi ulkus mulut lesi diskoid, lichen planus-like lesion, kandidiasis oral, dan serostomia. Pasien wanita berusia 19 tahun dan 41 tahun yang dirujuk dari departemen Penyakit Dalam pada Oktober 2016 dengan diagnosis SLE yang melibatkan hematologis, muskuloskeletal, dan mukokutan. Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan moon face pada pasien pertama, dan malar rash serta pengelupasan bibir pada pasien kedua. Pemeriksaan intra oral mengungkapkan ulkus oral, mukosa labial, dan palatum pada kedua pasien. Kedua pasien diberikan metil prednisolone, kalsium, dan asam folat dari departemen Penyakit Dalam. Ulkus oral diobati dengan obat kumur prednison, suspensi oral Nistatin, dan vitamin B12 yang diberikan dalam 6 minggu pengobatan. Ulkus oral adalah salah satu manifestasi oral yang umum pada pasien SLE. Ulkus oral pada palatum dianggap sangat sulit diatasi sehingga dibutuhkan kortikosteroid topikal. Prednisone mouth wash dipilih sebagai obat pilihan sebagai anti-inflamasi pada mukosa oral dan meminimalkan efek samping sistemik. Pendekatan multidisiplin komprehensif yang terkait dengan manifestasi oral SLE memiliki efek signifikan dalam menurunkan tingkat keparahan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien SLE.

Seorang lelaki berumur 31 tahun menderita gangguan kulit yang didiagnosis sebagai red skin syndrome. Sekitar tujuh tahun yang lalu, gejalanya diawali dengan gatal ringan pada daerah kulit tubuh dan wajah, serta sempat datang berobat ke dokter umum dan didiagnosis sebagai rinitis alergi ringan. Pasien diresepkan kortikosteroid oral methyl prednisolone , 4 mg dan krim clobetasol. Dengan pemberian ini dalam waktu tiga hari gejalanya langsung hilang namun kembali muncul ketika pemakaian obat dihentikan, tanpa tapering off . Dalam menjaga keadaan kulitnya, selama kurang lebih tujuh tahun dengan keadaan hilang-kambuh, pasien menggunakan pengganti kortikosteroid oral, yaitu krim topikal kortikosteroid clobetasol yang kemudian dapat menutupi kondisi on-off rebound tersebut. Ketika penggunaan krim topikalnya dihentikan, efek rebound kembali muncul bahkan dengan kondisi yang lebih buruk. Setelah berhenti total 20 bulan dari penggunaan terakhirnya, perlahan gejalanya mereda. Keadaan pasien membaik hingga bulan Desember 2013. Red skin syndrome sebagai efek samping dari pemberian topikal kortikosteroid baik oral maupun topikal pada kasus ini dapat dihentikan total dengan cara menghentikan seluruh pemberian obat dan menunggu waktu cukup lama hingga kulit kembali pulih.

Obat kortikosteroid oral

obat kortikosteroid oral

Media:

obat kortikosteroid oralobat kortikosteroid oralobat kortikosteroid oralobat kortikosteroid oralobat kortikosteroid oral

http://buy-steroids.org